Kelinci di bulan.

hiduplah seekor kelinci, rubah, dan monyet. Mereka tinggal di dalam hutan dan bersahabat dengan baik. Dewa penjaga Bulan yang mengamati mereka dari langit ingin tahu siapa dari mereka yang paling baik hati. Maka, ia turun ke Bumi dengan menyamar menjadi seorang pengemis.“Tolong, saya sudah berhari-hari tidak makan. Saya sangat kelaparan”, katanya. “tolonglah kakek tua ini.”Ketiga hewan itu setuju untuk pergi mencari makanan untuk diberikan kepada pengemis tua itu.Beberapa saat kemudian, monyet datang membawakan banyak buah dan rubah datang membawa seekor ikan besar. Tetapi, hanya kelinci yang tidak mampu menemukan apapun. Ia terlalu pendek untuk mengambil buah di ranting, dan tidak bisa menangkap ikan di sungai.

Kemudian, kelinci meminta tolong teman-temannya untuk mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Lalu, kelinci berkata kepada pengemis itu, “aku tidak bisa memberikanmu apapun. Namun aku tidak akan membiarkanmu kelaparan. Aku akan masuk ke dalam api, makanlah dagingku setelah matang supaya engkau tidak kelaparan lagi.” Seketika itu, kelinci melompat ke dalam api.Namun dalam sekejap sang dewa menyelamatkan kelinci dan menampakkan wujud aslinya. “Kau tidak perlu membakar dirimu, wahai kelinci. Sebenarnya aku adalah dewa penjaga bulan. Ketulusan dan kebaikanmu membuatku terharu. Ikutlah denganku ke bulan untuk menemaniku.”Sejak saat itu, kelinci tinggal bersama sang dewa. Ia melayani sang dewa dan mengawasi bumi dari kejauhan. Bila monyet dan rubah merindukan sahabatnya, mereka memandang bulan di langit untuk melihatnya. Dan bila bulan purnama tiba akan terlihat si kelinci yang sedang membuatkan mochi untuk sang dewa.

Tentangnya


Sebuah informasi tambahan

  • Ketika merasa bosan, ia terkadang akan melamun memikirkan sebuah skenario

  • Meski terlihat dingin atau susah untuk didekati, sebenarnya ia adalah orang yang cukup mudah untuk diajak berbicara

  • Memiliki orang tua yang cukup ketat

  • Tidak jarang ia bersenandung sendiri ketika sedang menulis

  • Ia lebih sering menulis cerita fantasi

  • Entah mengapa tangannya terasa dingin saat disentuh

Seorang gadis cantik dan lembut bernama Erika, yang merupakan satu-satunya anak di keluarganya. Dan juga seorang penulis novel dengan nama pena 'Gaia'

Nama LengkapErika Arawinda
Nama panggilanErika, Erik, RIka
KelaminPerempuan
Umur21 tahun
Tanggal lahir5 Agustus
PekerjaanPenulis
Tinggi165
Orientasi seksualBiseksual
Klaim rupaAsahina Mafuyu

Apa yang ia sukai

Menulis cerita, jalan-jalan keluar rumah, membaca novel terutama dengan genre fantasi atau horror, menonton film entah untuk hiburan atau inspirasi menulis

Apa yang tidak ia sukai

Cuaca panas, tempat berisik ketika ia sedang menulis, orang-orang yang menyebalkan

Banyak yang bilang bahwa Erika terlihat seperti seseorang yang memiliki sifat yang dingin, dan susah untuk didekati. Namun, mereka semua salah. Justru Erika adalah seseorang yang ramah, baik hati, dan lembut. Ia sering kali membantu orang-orang di sekitarnya, dan itulah yang membuatnya cukup terkenal di masa-masa ia masih SMP, SMA dan sampai sekarang pun juga.Ketika ia sudah dekat dengan seseorang, ia akan lebih santai dalam berbicara dengan mereka. Dan terkadang sedikit jujur dalam membicarakan apa yang ingin ia katakan pada mereka.Erika kadang suka melamun memikirkan sebuah ide atau skenario untuk cerita yang akan ia tulis. Dan saat ia melamun, tidak jarang ia akan melupakan sekitarnya. Lebih baik jangan mengganggunya saat ia sedang memikirkan ide untuk ceritanya atau ia akan lupa akan idenya tadi.

Sifatnya


Erika adalah anak yang bisa dibilang sangat rajin. Meski memiliki pekerjaan sebagai penulis, ia cukup pandai dalam membagi waktunya untuk menulis dan belajar. Sering kali ia mendapatkan nilai yang memuaskan dan memenangkan beberapa lomba, terutama lomba menulisErika bukanlah tipe orang yang banyak menyimpan rahasia pada orang-orang. Namun karena ia memiliki keluarga yang cukup ketat padanya, ia banyak menyimpan rahasia dari mereka. Sebab ia tahu apa akibatnya ketika ia memberitahukan rahasianya itu pada mereka.Ya, itu adalah topeng yang ia gunakan setiap hari. Saat ia sendirian, ia akan melepas topengnya. Ia akan menunjukkan sisi lemahnya dimana ia terlihat sangat menyedihkan dimata orang lain. Ia akan menangis secara diam-diam, ataupun merasa marah dengan penyebab yang tidak ia ketahui, apakah perasaan itu disebabkan oleh tekanan yang ia rasakan? Sungguh, ia tidak ingin orang-orang terutama orang tuanya tahu akan dirinya yang seperti itu. Mereka tidak perlu tahu.

Ceritanya


Semakin dewasa dirinya, semakin banyak karya-karya novel yang ia keluarkan. Tapi semuanya memiliki konsekuensi, bukan? Tidak jarang ia merasa tertekan akibat orang tuanya, dan pekerjaan yang ia miliki. Tidak hanya ia harus mengejar deadline untuk menyelesaikan novelnya, namun ia juga harus memenuhi ekspektasi tinggi orang tuanya. Tidak jarang ia terlihat sangat kelelahan, dan bahkan jatuh pingsan ditengah-tengah mengerjakan tugasnya. Orang tuanya pun cemas melihat keadaannya. Namun apakah mereka sungguh-sungguh cemas terhadapnya, atau cemas akan nilainya yang turun sebab rasa kewalahannya?Namun Erika tidak membenci mereka, tapi bukan berarti ia menyukai mereka. Ingin sekali ia merasakan kehidupan dimana ia terbebas dari pekerjaannya, dan juga orang tuanya. Itu rasanya mustahil, bukan? Kehidupan seperti itu, tentunya tidak bisa ia dapatkan."Kenapa... Kenapa aku harus hidup seperti ini? Tidak bisakah aku menulis kehidupanku sendiri, seperti aku menulis karyaku?"

Erika adalah satu-satunya anak dari keluarganya. Sedari kecil, kedua orang tuanya mempunyai ekpektasi dan harapan yang tinggi terhadapnya. Orang tuanya, terutama sang ibu sering kali menyuruhnya untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Sang ibu pun juga sering membuatnya untuk mengikuti lomba-lomba. Tentunya, si kecil Erika tidak terlalu memikirkan hal tersebut."Jika itu membuat ayah dan ibu senang, maka aku akan melakukannya!"Erika mulai menyukai menulis cerita sejak kecil, itu karena sang ibu yang sering kali membacakannya cerita sebelum tidur, atau ketika sakit. Kedua orang tuanya pun sangat mendukung hobinya, tentunya dengan syarat ia masih bisa membagi waktu untuk belajar demi mendapatkan nilai yang memuaskan. Dan saat ia menginjak SMP kelas 2, salah satu karyanya berhasil mendapat perhatian banyak orang dan menjadi terkenal. Tentunya, kedua orang tuanya sangat senang mendengar kabar tersebut

Relasi

Deandra Serafina AgustinDeandra, ia adalah pacar Erika. Erika sangat menyayanginya dan sangat mempercayainya dalam apapun. Ya, bukan berarti Erika tidak menyimpan rahasia darinya. Ia adalah satu-satunya orang dimana Erika bisa menunjukkan sisi lemahnya.

Kalmia Arkadewi
Kalmia adalah teman dekat Erika dan juga orang yang membantunya membuat cover untuk novel-novelnya. Tidak jarang Erika suka menggodanya biar dia kesal.